3.16.2006


"eh klo aqu mati duluan gmana?"
"yah... wayahna..."
"maksudnya...? jadi kmu ga pduli ma aqu?"
"nasib kan ada ditanganNya..."
"iya sih... tapi pernah ga kmu berpikir klo kmu ga bkal slamet sbelum sampe tujuan?"
"tujuan disini maksudnya apa?"
"tempat."
"mana qta taw tujuan mendarat qta dimana..."
"iya sih..."
"kita kan diterbangkan oleh angin..."
"klo dipikir scara logika sih iya."
"tapi qta bsa selamat sebelum sampai tujuan qo."
"maksud...?"
"...'tujuan' kita kan sama... ke 'kehidupan yg sbenarnya'..."
"..."
"klo qta sudah mendarat di tujuan, baru qta usahakan untuk mencapai 'tujuan' itu."
"kmu ngomongnya berbelit-belit. aqu ngerti qo."
"baguslah."
"apakah itu hanya dialami oleh tumbuhan saja?"
"tidak. semua makhluk akan mengalaminya."
"oh,ya? kalau begitu, aqu ga lyat makhluk-makhluk itu berusaha untuk bahagia di 'kehidupan sebenarnya'.."
"manusia?"
"ya... aqu masih lyat mereka yang menghabiskan waktu dengan kegiatan yang menyimpang dari keyakinan mereka..."
"oh,ya? kapan?"
"waktu itu aqu melihat mreka sedang sibuk foto-foto sana sini. terus rekam sana-sini."
"itu tidak menyimpang."
"ya. selama mreka tidak mengambil waktu ibadah mreka."
"wah?"
"mreka sharian sibuk. ada sih istirahat. tapi tidak dipakai untuk ibadah."
"oh..."
"aqu jadi takut mati."
"ummmm... sibukilah dgn urusan dunia dan akhirat."
"..."
"smua pasti pernah merasa takut akan kematian, tapi apabila qta dasari dgn iman, mungkin qta akan rindu untuk cepat-cepat bertemu denganNya."
"kmu pintar. darimana kau tahu tentang itu?"
"ibu."
"oh,ya? beliau juga suka crita bnyk ttg pengalamannya ke aqu."
"mungkin waktu itu aqu lagi tidur."
"hihihi..."
"....^_^"
"ayo, qta pergi."
"ya. sudah saatnya."
"qta akan berpisah."
"aqu taw."
"ngomong-ngomong,pertanyaanku tadi, bisa kujawab dengan sendiri."
"oh,ya?"
"bersungguh-sungguh untuk mengejar 'tujuan' sama saja dengan jihad kan?"